Tim Debat Sastra Inggris UNRIYO Raih Top 17 dalam Ajang Debat nasional NEED UMY

Tim Debat UNRIYO yang diwakili oleh mahasiswa Prodi Sastra Inggris, Sakina Mawadda dan Christy Merryda, mengikuti ajang lomba debat bahasa Inggris yang bertajuk National English Education Debate (NEED) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Lomba debat yang diselenggarakan oleh EDSA Pendidikan Bahasa Inggris UMY ini diperuntukkan bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris di seluruh Indonesia. Sebanyak 31 tim debat berpartisipasi dalam ajang ini.

Menurut Widia Kusuma Wardani, selaku ketua panitia acara tersebut, mosi debat dalam ajang ini tidak hanya mengacu pada hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan atau sastra saja, namun juga mencakup hal-hal umum seperti isu sosial, hukum, dan ekonomi.

Kompetisi debat ini terdiri dari empat babak, yakni babak penyisihan, perempat final, semi final, dan final. Tim dari UNRIYO cukup berpuas hati dengan meraih peringkat Top 17. Keluar sebagai pemenang ajang lomba debat ini adalah tim dari Universitas Ahmad Dahlan.

UNRIYO, khususnya Prodi Sastra Inggris berharap dengan mengikuti ajang debat tingkat nasional seperti NEED ini dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir global. Selain itu, ajang debat semacam ini juga melatih keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasannya secara tegas dan open. Dengan demikian, kualitas SDM mahasiswa UNRIYO khususnya Prodi Sastra Inggris akan semakin meningkat. Diharapkan kedepannya Prodi Sastra Inggris dapat terus berpartisipasi dalam ajang debat tingkat nasional maupun internasional.


Berita Terkait

Kuliah umum HIMAHI

Mahasiswa Sastra Inggris UNRIYO Mengikuti Sepuluh Hari Youth ASIA Exchange

Perjanjian Kerja Sama antara Pussaka Institute dengan Prodi Sastra Inggris,

HIMASING Selenggarakan Debat Bahasa Inggris Tingkat Universitas

Sastra Inggris Goes to Semarang

Kirim Komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
s2YrXG


Halaman Lain